Bandara Dubai selama ini juga menjadi salah satu titik transit bagi penumpang Iran yang melakukan perjalanan ke Eropa, Asia, maupun Afrika.
Langkah UEA tersebut terjadi setelah AS pada awal September menjatuhkan sanksi terhadap sektor penerbangan Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya memperingatkan bahwa maskapai Iran akan menghadapi pembatasan operasional secara global mulai 23 September. Perusahaan yang tetap memberikan layanan kepada maskapai Iran, seperti pengisian bahan bakar atau layanan di bandara, dapat menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
Sejumlah maskapai Iran kemudian membatalkan penerbangan internasional setelah negara-negara di kawasan menerapkan pembatasan.
AFP melaporkan Georgia dan Azerbaijan telah mengonfirmasi penghentian penerbangan, sementara sejumlah rute menuju Baghdad, Muscat, dan Qatar juga dilaporkan dihentikan. Di sisi lain, penerbangan menuju beberapa negara, termasuk China, masih beroperasi.
Turkmenistan juga pada Kamis menghentikan sebuah penerbangan dari Teheran menuju Dushanbe. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan mengatakan penerbangan tersebut dikembalikan karena Turkmenistan tidak memberikan izin bagi maskapai Iran untuk beroperasi.