NADIKABAR.COM — Manusia modern yang ada saat ini merupakan spesies Homo sapiens. Berbagai bukti telah menemukan bahwa Homo sapiens pernah kawin silang dengan jenis manusia lain, termasuk Neanderthal dan Denisovan. Namun, benarkah ada jejak lain?
Secara anatomi, manusia yang sekarang hidup memiliki kerangka tubuh yang lebih ringan, otak yang lebih kecil, dan tengkorak yang lebih tipis dibandingkan dengan Homo sapiens ratusan ribu tahun yang lalu. Bentuk ini umumnya ditelusuri dari garis keturunan Neanderthal dan Denisovan, yang DNA-nya telah ditemukan dari sisa-sisa prasejarah.
Meski begitu, ada jejak genetik lain yang masih misteri, yang bukan berasal dari Neanderthal dan Denisovan. Milik siapa?
Dalam sebuah studi baru, peneliti di Berkeley menemukan terdapat genom misterius pada manusia saat ini. Genom misterius ini dipilah dari DNA manusia, dan diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada fosil atau DNA purba yang bisa diambil sehingga peneliti hanya dapat memprediksi spesies ini pernah hidup namun tidak meninggalkan jejak fisik.
Untuk melacaknya, peneliti menggunakan metode TRACE (Tracking Archaic Contributions via ARG Estimation) yang bekerja dengan cara mencari pola unik pada DNA manusia modern. DNA ini kemudian dapat menjadi petunjuk apakah nenek moyang manusia pernah bercampur dengan kelompok lain.
Peneliti menggunakan 503 sampel genom untuk dilacak asal usulnya. Sampel ini mencakup orang-orang dari berbagai latar geografis yaitu Eropa, Asia Timur, Asia Selatan, Afrika Barat dan Afrika Timur.
Metode ini menemukan DNA Neanderthal dalam genom Eropa dan Asia. dan lebih banyak leluhur Denisovan pada orang Asia Timur dan Selatan. Namun TRACE juga mengungkap sesuatu yang tampaknya tidak sesuai dengan Denisovan maupun Neanderthal, demikian dilansir ZME Science.
Berdasarkan lima populasi yang dianalisis ilmuwan, terdeteksi rata-rata sekitar 0,5 hingga 1,1% "nenek moyang misterius". Setelah diurutkan, DNA misterius tersebut memiliki kemiripan genetik yang hampir serupa dengan Neanderthal dan Denisovan.
Peneliti menduga DNA ini berasal dari kelompok manusia purba lain yang garis keturunannya berbeda dan hingga kini belum diketahui. Jejak genetik misterius lain juga ditemukan dan diduga sebagai genetik super-kuno karena hidup sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan kawin silang dengan Denisovan yang kemudian mewariskan sebagian kecil dari garis keturunan tersebut kepada Homo sapiens.
Studi lain juga menemukan beberapa populasi di Afrika memiliki jejak DNA dari kelompok manusia purba yang belum diketahui. Terdapat pula dugaan lain bahwa ada dua kelompok manusia purba yang terpisah selama 1,5 juta tahun dan kembali bertemu sekitar 300.000 tahun lalu. Dari percampuran tersebut, diduga DNA diwariskan kepada manusia modern.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.