"Buktinya tak terbantahkan: ini adalah harga mahal yang terus meningkat akibat kecanduan umat manusia terhadap bahan bakar fosil, serta krisis iklim global yang dipicunya," ujarnya, dikutip dari BBC.
Para peneliti menyatakan, selain dampak berkelanjutan dari penggunaan bahan bakar fosil, munculnya fenomena El Niño yang kuat turut memperparah situasi.
El Niño adalah pola iklim alami di mana wilayah perairan Pasifik bagian timur menjadi jauh lebih hangat dari biasanya. Fenomena ini melepaskan panas laut yang tersimpan dalam jumlah besar ke atmosfer dan mendorong kenaikan suhu global selama sekitar satu tahun.
Menurut tim Copernicus, fenomena El Niño yang sedang berlangsung saat ini masih terus menguat dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah.
Dampak terbesar fenomena alam ini terhadap suhu global diperkirakan akan terjadi pada tahun mendatang. Artinya, rekor suhu sekarang ini kemungkinan besar akan terus terlampaui.