"Daya cengkeram ganda ini membantu pestisida tetap melekat, bahkan saat hujan. Bahan pembawanya juga melepaskan pestisida secara perlahan dan tahan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV), sehingga membuatnya semakin efisien," kata Wang Guozhong, seorang peneliti di institut tersebut.
Tim peneliti menguji formulasi baru tersebut pada daun kapas, kedelai, dan tomat. Setelah dilakukan simulasi hujan, jumlah pestisida yang tersisa pada daun tercatat lebih dari 4,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan produk imidakloprid komersial.
"Uji keamanan pada tanaman dan ikan zebra tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya yang jelas, yang mengindikasikan bahwa pestisida baru ini ramah lingkungan dan dapat membantu membuka jalan bagi pengembangan produk pestisida ramah lingkungan dengan dosis rendah dan efisiensi tinggi," imbuh Wang.