Bagtasa mengatakan kabut asap yang terjadi di negaranya saat ini kemungkinan besar tidak disebabkan semata-mata oleh emisi kendaraan dan pabrik di Metro Manila, karena angin kencang biasanya akan menyebarkan polutan yang dihasilkan secara lokal. Kombinasi angin kencang dan kondisi berkabut dapat mengindikasikan adanya polutan yang terbawa dari wilayah yang jauh, menurutnya.

Pakar tersebut juga mengatakan bahwa angin muson barat daya atau yang disebut sebagai Habagat, saat ini turut membawa asap dari Indonesia menuju Filipina. Angin monsun juga semakin intensif karena ada dua topan di sebelah timur Taiwan dan selatan Hong Kong. Tak hanya itu, fenomena El Nino turut memperkuatnya.

"Topan dan El Nino ini menarik angin Habagat dan bersamaan dengan itu, emisi dari kebakaran di Kalimantan," kata Bagtasa dikutip dari South China Morning Post.

Bagtasa menyebut angin tetap kencang, tetapi curah hujan dan kelembapan di sepanjang jalur asap berkurang. Selain itu, kombinasi angin membuat asap menyebar tanpa hambatan.