Ia juga melihat adanya kemungkinan interaksi sistem cuaca di utara Filipina. Dua sistem cuaca yang berdekatan berputar mengelilingi satu sama lain dan memperlambat pergerakan sistem dan memperpanjang angin. Menurutnya asap yang terbawa angin dapat membuat peningkatan kadar partikel debu walaupun polusi lokal ikut berpengaruh.

Departemen Lingkungan dan Sumber Data Alam wilayah Manila memperingatkan bahwa indeks kualitas udara di sana berstatus "sangat tidak sehat". Sehingga imbauan penggunakan masket N95 sudah digalakkan.

Dengan kondisi itu, Bagtasa memperkirakan kabut asap di Metro Manila akan bertahan selama sepekan lagi. Ia juga mengungkap bahwa kejadian ini bukanlah pertama kali.

Pada tahun 2015 lalu, asap dari Indonesia juga pernah sampai ke Filipina. Ia menegaskan, kabut asap ini bukanlah bencana alam, tetapi disebabkan oleh ulah manusia.