Seorang profesor hidrologi di Imperial College London, Wouter Buytaert mengatakan meskipun para ilmuwan masih meneliti penyebab pasti bencana yang terjadi di Nepal ini, peristiwa tersebut tipikal kejadian yang dipicu oleh perubahan iklim.
"Pemanasan global menyebabkan gletser menyusut, sehingga meningkatkan kemungkinan gletser tersebut pecah," ujar Buytaert.
Di sisi lain, ahli geologi Daniel Shugar dari University of Calgary, Kanada mengatakan masih terlalu dini untuk secara pasti mengaitkan peristiwa banjir bandang di Nepal ini dengan perubahan iklim. Walau demikian, sebagaimana dilaporkan BBC, Shugar merupakan salah satu pakar pertama yang menduga peristiwa ini kemungkinan disebabkan oleh aktivitas gletser dan penipisan gletser akibat pemanasan global, sehingga meningkatkan risiko tanah longsor.
Seorang ahli geosains di Universitas Dundee, Simon Cook mengatakan perubahan iklim bisa saja memberikan dampak. Cook menyebut, timnya meyakini mereka telah mengidentifikasi lokasi terjadinya keruntuhan tersebut.
Cook menjelaskan bagian bawah sebuah gletser di Nepal, di dekat puncak Langtang Lirung yang terletak sekitar 15 km (9 mil) di sebelah barat lokasi banjir, telah runtuh. Ia memperkirakan bahwa gletser tersebut runtuh ke arah barat laut dan kemudian bergerak ke arah barat mengikuti aliran sungai.