Ia menyarankan manusia mengirim reaktor fusi hingga kedalaman sekitar 6.500 kilometer di atmosfer Jupiter. Reaktor tersebut akan menghasilkan energi yang kemudian dipancarkan menuju Bumi menggunakan sinar laser.

Dengan cara itu, Bumi tetap memperoleh sumber energi meski radiasi Matahari terhalang oleh perisai raksasa.

Masalah berikutnya adalah posisi Bumi yang terlalu dekat dengan Matahari ketika bintang tersebut memasuki fase raksasa merah.

Harry mengusulkan penggunaan asteroid sebagai semacam mesin pendorong gravitasi. Asteroid akan diarahkan untuk melintas sangat dekat dengan Bumi hingga sekitar satu juta kali.

Setiap lintasan akan menghasilkan efek ketapel gravitasi. Energi dari proses tersebut secara bertahap dapat mengubah orbit Bumi dan memperbesar jaraknya dari Matahari.

Namun, perpindahan orbit dalam skala tersebut juga membawa konsekuensi besar. Harry memperkirakan perubahan itu dapat menghentikan aktivitas tektonik serta mengganggu siklus nutrisi Bumi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengusulkan memasukkan antimateri ke inti Bumi setiap hari.

Skenario Harry tidak berhenti setelah manusia berhasil menyelamatkan Bumi dari kematian Matahari.