NADIKABAR.COM β Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menilai, peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital belum tentu menjamin kesejahteraan, terutama jika tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan.
Project Manager Promise II Impact ILO Djauhari Sitorus mengatakan, akses terhadap layanan keuangan, termasuk pinjaman daring (pindar) justru berisiko menimbulkan persoalan baru apabila masyarakat tidak memiliki literasi finansial yang cukup.
βWalaupun seorang itu sudah menggunakan layanan keuangan, tapi belum tentu dia lebih sejahtera. Bahkan ada beberapa situasi mereka yang memiliki akses misalnya ke pinjaman secara online itu, di mana akhirnya terjebak ke dalam utang. Ini jadi bukan meningkatkan kesejahteraan, tapi membuatnya lebih tidak sejahtera,β ujarnya dalam konferensi pers Financial Health Pathways Forum di Jakarta, Kamis.