Djauhari menjelaskan, kemudahan memperoleh pinjaman tanpa diiringi kemampuan mengelola keuangan bisa memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga.

Situasi tersebut juga meningkatkan kerentanan pekerja dan pelaku usaha kecil ketika menghadapi keadaan darurat.

Menurut dia, keberhasilan sektor keuangan perlu diukur tidak hanya dari jumlah masyarakat yang memiliki rekening atau dapat mengakses layanan keuangan, tetapi juga dari kemampuan pengelolaan keuangan dan mempertahankan ketahanan finansial dalam jangka panjang.