"Situasi ini jelas menimbulkan risiko bagi staf maupun para siswa kami," tambahnya.

Sementara itu, Presiden wilayah Ile-de-France, Valerie Pecresse, mengatakan lebih dari sepertiga dari 468 sekolah di kawasan yang mengelilingi Paris akan ditutup pada Senin (5/10).

Para siswa sekolah menengah Prancis atau lycee mengeluhkan tingginya tingkat ketidakhadiran guru, jam belajar yang dianggap terlalu panjang, serta kondisi fasilitas sekolah yang sudah tua dan kurang terawat.

Mereka juga memprotes minimnya sistem pendingin ruangan saat musim panas. Tahun lalu, sejumlah kota di Prancis mengalami suhu hingga 40 derajat Celsius, sementara penggunaan AC masih belum umum di banyak sekolah.

Penyelenggara aksi menyerukan agar demonstrasi tetap berlanjut pada Selasa (6/10). Mereka menilai pemerintah belum menawarkan langkah konkret untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.

Pada Minggu (4/10), Perdana Menteri Sebastien Lecornu meminta pemerintah daerah memprioritaskan pengisian posisi guru yang kosong serta menanggulangi dampak absennya tenaga pengajar dalam jangka panjang.

Ia juga menjadwalkan pertemuan dengan para pemimpin wilayah pada Selasa (6/10) untuk membahas renovasi gedung-gedung sekolah yang kondisinya dinilai memprihatinkan.