Gelombang protes ini diwarnai sejumlah insiden kekerasan. Aparat keamanan beberapa kali menggunakan gas air mata dan tongkat untuk membubarkan massa pelajar.

Lebih dari 5.000 orang telah ditangkap sejak gerakan protes dimulai, dan sekitar 85% di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Pada Minggu (4/10), seorang remaja berusia 16 tahun ditahan setelah diduga menyerang seorang guru berusia 59 tahun dan menyiram sang guru dengan bensin di sela-sela aksi protes di kota La Ciotat, Prancis selatan.

Pekan lalu, sebuah video memperlihatkan kejadian lain dimana sekelompok pemuda diduga memukul dan menendang seorang polisi yang sedang terjatuh di kota Belfort, Prancis timur.

Organisasi HAM Amnesti Internasional cabang Prancis menilai tindakan aparat dalam menangani demonstrasi tersebut "tidak proporsional".

Namun, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez membela aparat keamanan. Menurutnya, polisi tidak sedang "menindak" para pelajar, melainkan "melindungi" siswa dan mahasiswa yang ingin menyampaikan tuntutan mereka "secara damai".

Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Inggris