Untuk diketahui, indeks API nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara yang baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, sedangkan pembacaan di atas 300 berbahaya.
JPBN Sarawak menyatakan bahwa kualitas udara di Sarawak menunjukkan tren peningkatan pada pembacaan API sejak 1 Agustus.
"Hingga pukul 4 sore hari ini, dua wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian, sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," katanya.