Dalam laporan terbaru Prospek Ekonomi Regional Asia dan Pasifik yang dirilis pada Kamis (15/10), IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 menjadi 4,8 persen, naik 0,4 poin persentase dari proyeksi pada April.
Mengenai prospek ekonomi Asia-Pasifik, Helbling menyampaikan bahwa meskipun penyangga persediaan (inventory buffer) dan langkah-langkah, seperti subsidi energi atau pengurangan pajak, telah membatasi dampak guncangan pasokan energi, langkah-langkah itu sulit untuk dipertahankan dalam jangka waktu lama.
Dia menjelaskan bahwa jika guncangan energi berlangsung lebih lama atau semakin parah, negara-negara pada suatu titik akan kehabisan persediaan mereka, dan dampak harga penuh akan memengaruhi perekonomian dengan lebih parah.
Dia merekomendasikan agar negara-negara membangun kembali penyangga guna memastikan bahwa mereka siap merespons secara efektif terhadap guncangan pasokan energi lainnya.