"Jika AI mengecewakan karena ekspektasi kita yang tinggi, jika ekspektasi itu tidak terwujud, kekecewaan berpotensi menimbulkan guncangan pada sistem," kata Georgieva.

Dia menilai risiko dalam pembiayaan AI terutama terkonsentrasi di AS sementara banyak pelaku lain di Asia dan Eropa terlibat dalam rantai pasokan AI.

Menurut Georgieva, proyeksi baru IMF mengenai perekonomian dunia yang akan dirilis pada Oktober akan mencerminkan fakta bahwa risiko masih tetap tinggi.

"Mempertahankan pertumbuhan di sekitar 3 persen merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat semua guncangan yang telah kita alami," ujarnya.