NADIKABAR.COM — Jaringan kedai kopi raksasa internasional Starbucks pada Selasa (29/9) membuka dua gerai di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, yang menandai debutnya di daerah tersebut sekaligus ekspansi terbaru di Tiongkok, pasar terbesar keduanya setelah Amerika Serikat (AS).
Gerai-gerai itu berlokasi di Urumqi, ibu kota daerah otonom tersebut. Satu terletak di Grand Bazaar yang ikonik dan satu lagi di Bandar Udara Internasional Tianshan Urumqi. Gerai utama Grand Bazaar menonjolkan desain khas yang terinspirasi dari siluet kanopi bazar tradisional, dengan interior yang menampilkan elemen-elemen khas Xinjiang seperti sutra Atlas dan alat musik etnik. Kedua gerai itu telah meluncurkan menu yang terinspirasi dari cita rasa lokal serta minuman eksklusif lainnya, seperti teh susu milk-skin-flavored salty.
"Memasuki Xinjiang tidak hanya menandai perluasan lebih lanjut jaringan gerai kami, tetapi juga memungkinkan kami untuk terlibat secara mendalam dengan pasar dinamis ini dan membangun hubungan yang tulus serta langgeng dengan para pelanggan kami di sana," ungkap Molly Liu, CEO Starbucks China , dalam sebuah pernyataan tertulis.