China kini menjadi pasar terbesar kedua Starbucks setelah AS, dengan perusahaan tersebut mengoperasikan sebanyak 16.933 gerai per 28 Juni 2026, menurut hasil kuartal ketiga tahun fiskal 2026 Starbucks.
Ekspansi terbaru itu dilakukan saat Starbucks sedang merestrukturisasi bisnisnya di Amerika Utara, di mana perusahaan tersebut pekan lalu mengumumkan rencana untuk menutup 250 gerai kopi yang berkinerja kurang memuaskan di kawasan itu. Starbucks memasuki pasar China ada Januari 1999 dengan membuka gerai pertamanya di Beijing. Seiring budaya kopi yang mulai berakar dan memperoleh popularitas, jaringan tersebut secara bertahap memperluas jejaknya di seluruh China. Pada 27 September 2026, Starbucks mengoperasikan sebanyak 8.342 gerai di China, naik 331 gerai dari akhir tahun fiskal 2025, menurut data tahun fiskal 2026 perusahaan itu.
Ekspansi yang telah berlangsung lama ini mencerminkan bagaimana merek-merek asing mencari peluang di pasar konsumen Tiongkok yang terus berkembang. Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar menyatakan China mencatat 35.000 perusahaan bermodal asing yang baru didirikan pada paruh pertama (H1) 2026, naik 7 persen secara tahunan (year on year). Data terpisah dari Kementerian Perdagangan China menunjukkan hampir 4.800 perusahaan bermodal asing meningkatkan investasi mereka di Tiongkok pada H1 2026.