IMF menekankan pentingnya investasi berkelanjutan di bidang infrastruktur digital, pendidikan, pengembangan keterampilan, dan inovasi guna meningkatkan produktivitas serta mendukung diversifikasi ekonomi, menurut laporan itu.

Seiring dengan panduan kebijakannya, IMF menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan pembiayaan sekitar 48 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.986) kepada negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tengah sejak 2020, serta melaksanakan 437 proyek bantuan teknis dan pengembangan kapasitas di 31 negara selama tahun fiskal 2026.