NADIKABAR.COM — Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (22/10) menyebutkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah sebesar 0,1 hingga 0,6 poin persentase dalam jangka menengah.

Namun menurut IMF, hal tersebut tergantung pada kesiapan digital dan kemampuan masing-masing negara dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke berbagai kegiatan produktif.

Penilaian ini dipresentasikan dalam konferensi pers bersama yang diselenggarakan oleh Dubai International Financial Center (DIFC) dan IMF di Dubai, yang menyoroti temuan dalam laporan Prospek Ekonomi Regional IMF edisi Oktober untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah.

Laporan itu menyebutkan bahwa penerapan AI menawarkan peluang unik bagi perekonomian di Timur Tengah dan Asia Tengah dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat pertumbuhan jangka menengah.

Manurut laporan itu, beberapa negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), termasuk Uni Emirat Arab (UEA), sedang melakukan investasi yang substansial untuk memposisikan diri mereka sebagai pusat AI global.

IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi UEA pada 2027 menjadi 7,7 persen, naik 2,4 poin persentase dari proyeksi April, dengan investasi AI diperkirakan menambah sekitar 0,5 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan negara itu.

IMF menekankan pentingnya investasi berkelanjutan di bidang infrastruktur digital, pendidikan, pengembangan keterampilan, dan inovasi guna meningkatkan produktivitas serta mendukung diversifikasi ekonomi, menurut laporan itu.

Seiring dengan panduan kebijakannya, IMF menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan pembiayaan sekitar 48 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.986) kepada negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tengah sejak 2020, serta melaksanakan 437 proyek bantuan teknis dan pengembangan kapasitas di 31 negara selama tahun fiskal 2026.