NADIKABAR.COM — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan memperkuat pengoperasian layanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Nusantara guna mempermudah akses dokumen dan perizinan bagi masyarakat serta pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

​"Kehadiran layanan keimigrasian di MPP Nusantara merupakan bagian dari upaya untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Kami terus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan kawasan IKN agar pelayanan keimigrasian dapat diberikan secara efektif dan mudah diakses," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan Adi Fachmianur di Balikpapan, Selasa.

​Adi menjelaskan, integrasi layanan tersebut merupakan salah satu program unggulan yang disiapkan untuk merespons percepatan pembangunan dan dinamika mobilitas warga di kawasan pusat pemerintahan baru.

​Berdasarkan data evaluasi periode 31 Agustus hingga 25 September 2026, pemanfaatan layanan keimigrasian tercatat paling tinggi dibanding instalasi pelayanan publik lainnya di MPP Nusantara.

​Dalam kurun waktu 13 hari pelayanan, petugas telah melayani sebanyak 132 permohonan dengan rata-rata waktu penyelesaian 8,4 menit per pemohon.

​Tingkat efisiensi dan kecepatan durasi pelayanan tersebut menjadi modal penting mengingat aktivitas investasi dan kehadiran warga negara asing (WNA) di IKN terus bertambah.

​Tercatat setidaknya ada 16 WNA yang berstatus sebagai pelaku usaha mulai menjalankan kegiatan bisnis di IKN, khususnya yang terlibat dalam pengerjaan proyek pembangunan apartemen serta hunian di kawasan tersebut.

​Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan skema pelayanan yang terintegrasi sekaligus pengawasan keimigrasian yang memadai dari otoritas terkait.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menyampaikan bahwa kemudahan akses dokumen keimigrasian sangat krusial dalam mendukung IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

​Sinergi antara Kantor Imigrasi Balikpapan dan OIKN dipastikan terus berlanjut untuk memastikan seluruh fasilitas publik dan digitalisasi perizinan berjalan optimal.