NADIKABAR.COM — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berencana menambah fasilitas autogate di Pelabuhan Bengkong dan Pelabuhan Sekupang sebagai upaya mempercepat pemeriksaan keimigrasian.

Hal tersebut juga merupakan bagian dari Rencana Aksi Direktorat Jenderal Imigrasi Tahun 2026.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam Kharisma Rukmana mengatakan penambahan fasilitas tersebut dilakukan seiring dengan pemanfaatan autogate yang telah terpasang di sejumlah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) penumpang di wilayah kerja Imigrasi Batam.

“Hingga Agustus 2026, sebanyak 22 unit autogate telah terpasang di empat TPI, yakni 10 unit di TPI Batam Centre, delapan unit di TPI Citra Tritunas Harbour Bay, dua unit di TPI Bandara Hang Nadim, dan dua unit di TPI Sekupang,” ujar Kharisma saat dihubungi di Batam, Selasa.

Berdasarkan rekapitulasi Januari hingga Agustus 2026, tercatat 1.738.121 perlintasan diperiksa melalui fasilitas autogate di Batam.

Jumlah tersebut terdiri atas 742.493 pemeriksaan kedatangan dan 995.628 pemeriksaan keberangkatan.

Kharisma menyampaikan TPI Batam Centre menjadi lokasi dengan pemanfaatan autogate terbesar, yakni sekitar 65,3 persen dari seluruh penggunaan autogate di Batam hingga Agustus 2026.

“Sementara TPI Citra Tritunas di Harbour Bay menyumbang sekitar 33,8 persen,” ujar dia.

Tingginya pemanfaatan di kedua lokasi tersebut antara lain didukung volume perlintasan penumpang yang besar serta fasilitas yang telah beroperasi secara lebih stabil.

Sementara itu, TPI Sekupang mulai menggunakan dua unit autogate pada Juli 2026, masing-masing satu unit untuk kedatangan dan keberangkatan.

“Uji coba dilakukan pada 8 Juli dan layanan mulai beroperasi atau go-live pada 13 Juli 2026,” kata Kharisma.

Kharisma menyampaikan masih terdapat tiga TPI penumpang yang belum memiliki fasilitas autogate, yakni Nongsapura, Bengkong, dan Marina Teluk Senimba.

Khusus TPI Hang Nadim, ia mengatakan dua unit autogate yang telah terpasang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Pada semester I 2026, tingkat pemanfaatannya tercatat sekitar empat persen.

“Rendahnya pemanfaatan autogate di Hang Nadim tidak semata-mata disebabkan oleh jumlah penumpang, tetapi juga dukungan operasional yang belum optimal,” kata dia.

Kharisma menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi masih terdapat kendala administratif dalam mekanisme kerja sama dengan pihak penyedia, serta belum tersedianya operator khusus yang menangani pengoperasian dan penanganan gangguan perangkat secara berkelanjutan.

“Evaluasi penggunaan autogate di sejumlah TPI Batam meliputi tingkat pemanfaatan fasilitas, distribusi penumpang antara autogate dan konter manual, kesiapan petugas pendamping, pengaturan antrean, kestabilan perangkat dan jaringan, integrasi sistem, serta pemahaman penumpang terhadap penggunaan fasilitas tersebut,” kata Kharisma.

Dengan penambahan fasilitas yang direncanakan di Pelabuhan Bengkong dan Sekupang, layanan pemeriksaan keimigrasian berbasis autogate diharapkan dapat menjangkau lebih banyak titik perlintasan penumpang di wilayah Batam.