Selain kemudahan perlintasan, pengawasan lapangan juga diperketat. Otoritas Imigrasi menyiagakan personel di area GBK selama konser berlangsung untuk memantau kesesuaian izin tinggal WNA dan mengantisipasi pelanggaran keimigrasian tanpa mengganggu ketertiban penonton.
Hendarsam menilai penyelenggaraan acara berskala internasional itu sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi music tourism dunia.
Melalui penerbitan visa, pelayanan perlintasan, serta pengawasan orang asing yang terukur, Imigrasi Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menyambut berbagai perhelatan internasional berikutnya.
Hendarsam menegaskan, bahwa kemudahan pelayanan keimigrasian harus tetap beriringan dengan aspek keamanan.
"Jakarta telah menunjukkan potensinya sebagai panggung konser musik dunia. Kami ingin semakin banyak kegiatan internasional hadir di Indonesia, dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dia melanjutkan, "Hal ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, bagaimana kami memberikan pelayanan yang mudah, dan modern, sekaligus memastikan pengawasan keimigrasian tetap berjalan optimal," ujar Hendarsam.