"Di masalah teknis hampir tidak ada isu lagi. Drone sudah proper. PR yang nomor satu adalah memangkas birokrasi. Anak-anak bangsa kita mampu, tapi regulasi yang menghambat ini yang harus kita potong, kalau tidak kita ketinggalan dengan negara lain dan orang-orang pintar kita diambil luar negeri," ujar Hendarsam.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan imigrasi berbasis inovasi lokal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan teknologi nasional.
Imigrasi mengharapkan setelah uji coba ini, bisa berlanjut ke proyek percontohan (pilot project) bahkan hingga pengadaan drone begitu proses sertifikasi Kemenhub rampung, mengingat mitra industri manufaktur dalam negeri telah siap memproduksi.