"Iya. Ya saya nolaknya pas lagi syuting sih, jadi susah juga. Ya dibilang, 'Bang Imo, saya lagi syuting nih, sorry banget.' 'Ya udah nggak apa-apa, deh. Lain kali aja,' gitu," tutur Denpus.
Dalam pertemuan terakhir bersama rekan-rekannya di kantor PH, Yadi disebut masih aktif mengajak teman-temannya datang dan menikmati kebersamaan. Denpus mengenang momen tersebut dengan perasaan haru.
"Dia terakhir nyanyi-nyanyi di kantor PH, juga masih masih seperti itu, masih suka nanya, 'Eh, ke sini lu, datang lu ke sini,' gitu. 'Seru nih, ke sini lu, ini ke sini. Afif, ke sini!' gitu-gitulah. Biasa dia kalau lagi lagi kangen gitu ya. Mau pamitan kali ya. Iya, mau pamitan tapi nggak ketemu, gitu," kenangnya.
Meski tidak sempat memenuhi ajakan terakhir tersebut, Denpus mengaku bersyukur karena belakangan ini mereka cukup sering bertemu. Setelah sempat lama tidak berjumpa selama beberapa tahun, intensitas pertemuan mereka kembali meningkat.
"Tapi ya kita udah sering ketemu sih belakangan ini. Yang tadinya cukup lama nggak ketemu, tiga, empat, lima tahun nggak ketemu, di tahun ini intensitas ketemunya lumayan sering gitu lho, bisa sebulan sekali, sebulan dua kali. Jadi saya udah cukup senanglah. Beliau pamit, kita udah sering ngobrol, sering ketemu, gitu. Rindunya itu sudah tersampaikanlah, gitu sih," sambungnya.
Di mata Denpus, Yadi Timo bukan hanya rekan kerja yang profesional, tetapi juga sosok humoris yang selalu mencairkan suasana selama proses syuting. Almarhum dikenal gemar bercanda dan menggoda teman-temannya.