Senada dengan Wamenlu Havas, Direktur Jenderal Urusan Ekonomi Bilateral Undersecretariat of International Economic Relations (SUBREI) Felipe Lopeandia Wielandt menyoroti pentingnya diplomasi perdagangan serta prospek yang kuat bagi integrasi ekonomi antara Chile dan kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie mengusulkan pengembangan kerja sama di sektor energi dan pertambangan. Pihaknya akan mengidentifikasi mitra industri potensial di Indonesia serta memfasilitasi negosiasi langsung dengan mitra dari kawasan LAC.

Chile dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya merupakan pemasok utama tembaga dan litium dunia, sementara Indonesia tengah berupaya mempercepat pengembangan hilirisasi mineral serta ekosistem kendaraan listrik (EV).

Diskusi dalam forum tersebut berfokus pada peluang investasi konkret, kerja sama teknologi dan riset, serta mobilitas talenta untuk mendukung strategi hilirisasi di pasar INA-LAC yang mencakup 33 negara dengan populasi sekitar 670 juta jiwa.