Denon mengungkapkan industri penerbangan masih menghadapi tekanan global setelah pandemi COVID-19. Yang mana konflik geopolitik, kenaikan harga bahan bakar pesawat, gangguan suku cadang, dan perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Meski demikian maskapai Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai hambatan karena transportasi udara menjadi kebutuhan penting bagi negara kepulauan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian nasional secara luas bagi seluruh wilayah.