Menurut dia, nilai produk meningkat kembali ketika alumina diolah menjadi aluminium. Harga alumina yang berada di kisaran 400 dolar AS per ton dapat meningkat menjadi sekitar 3.200–3.500 dolar AS per ton setelah menjadi aluminium. Sehingga total peningkatan nilai tambah hilirisasi bauksit menjadi aluminium dapat mencapai hingga 70 kali lipat.

Arif mengatakan, hilirisasi juga memberikan dampak ekonomi melalui penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja, aktivitas transportasi, serta tumbuhnya kegiatan ekonomi di sekitar kawasan industri.

Salah satu contohnya terlihat di Mempawah, Kalimantan Barat, yang menjadi lokasi pengembangan industri pengolahan alumina. Menurut Arif, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut meningkat seiring berkembangnya kegiatan industri dan ekonomi pendukung.

Ia menyebutkan, pengembangan industri di Mempawah diproyeksikan membuka sekitar 130.000 lapangan kerja baru. Perkembangan industri alumina turut mendorong pertumbuhan aktivitas pelabuhan dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.