NADIKABAR.COM — Lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendorong pemerintah mengevaluasi harga eceran tertinggi (HET) beras secara berkala agar sesuai dengan perkembangan biaya produksi dan harga gabah aktual.
Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef Afaqa Hudaya mengatakan evaluasi HET diperlukan agar kebijakan harga mempertimbangkan kondisi produksi, sementara perlindungan konsumen tetap dijaga melalui bantuan pangan yang tepat sasaran.
"HET perlu dievaluasi secara berkala, supaya ada penyesuaian dengan biaya produksi maupun dengan harga gabah aktual. Konsumen juga perlu terlindungi melalui bantuan pangan yang tepat sasaran," kata Afaqa dalam diskusi di Jakarta, Kamis.
Ia menilai persoalan harga beras tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga efektivitas penyaluran dan kebijakan harga.