Namun, harga gabah di tingkat petani dilaporkan terus meningkat hingga mencapai Rp8.000-Rp9.200 per kilogram.
Selain mengevaluasi HET beras, Afaqa juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan komoditas pangan, terutama cabai dan protein, dari daerah surplus ke daerah defisit.
Ia menambahkan pemerintah perlu menyediakan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) serta mengoptimalkan pengadaan bahan pangan untuk program makan bergizi gratis (MBG) dari pemasok lokal agar tidak memicu lonjakan harga.
Di sisi lain, pemerintah perlu memperkuat investasi adaptasi iklim melalui pembangunan infrastruktur air dan riset varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim, termasuk menghadapi fenomena El Nino.