NADIKABAR.COM — Lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai stimulus fiskal pemerintah turut menopang konsumsi rumah tangga yang menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026.
Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama di Jakarta, Kamis, mengatakan dukungan fiskal pemerintah, antara lain melalui subsidi dan bantuan sosial, membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
"Kalau kita lihat dari tahun 2025 dan 2026, kita ini semakin bergantung pada stimulus fiskal pemerintah. Jadi, tidak heran ketika pengeluaran konsumsi rumah tangga bisa meningkat dan masih terjaga," kata Riza.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen maupun triwulan III 2025 sebesar 5,04 persen.