Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB), dengan kontribusi sebesar 51,97 persen.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan memberikan sumbangan sebesar 2,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Riza mengatakan dukungan fiskal pemerintah juga terlihat dari peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah untuk individu, termasuk subsidi dan bantuan sosial, dari 10,92 persen pada triwulan III 2025 menjadi 30,68 persen pada triwulan III 2026.
Pada triwulan IV 2026, pemerintah kembali menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat, di antaranya bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama Oktober-Desember bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).