Poin inovasi ini juga tercantum dalam "Deklarasi New Delhi" yang dihasilkan oleh KTT BRICS ke-18. Kesepakatan ini diadopsi oleh negara anggota BRICS yang meliputi Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Indonesia.
"Kami menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam Sains, Teknologi, dan Inovasi (STI) sebagai penggerak utama bagi pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," tulis poin dalam deklarasi.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan, mengembangkan kekuatan produktif baru yang berkualitas, mendorong pertumbuhan yang lebih tangguh dan berkualitas tinggi, inklusivitas sosial, serta mempromosikan inovasi dan teknologi sebagai katalis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di seluruh negara BRICS," lanjut keterangan dalam poin tersebut.
Kementerian Pendidikan India menyebut pameran inovasi teknologi di BRICS diharapkan bisa membuka peluang kerja sama lebih luas dan pasar internasional.
"Hal ini akan memfasilitasi peluang untuk keterlibatan B2B, kemitraan teknologi, diskusi investasi, hubungan bisnis, dan akses pasar internasional," kata Kementerian Pendidikan dalam sebuah keterangan.
Sebelumnya, pameran startup teknologi canggih India lebih dulu diadakan di Nice, Prancis pada 14-16 Juni 2026.