Pada Agustus 2026 lalu, para menteri sains atau perwakilan dari negara anggota BRICS telah bertemu di Chennai. Pertemuan tersebut menghasilkan 'Deklarasi Chennai' untuk membangun kerja sama di bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI).

"Luasnya diskusi, mulai dari Kecerdasan Buatan dan Komputasi Kinerja Tinggi hingga teknologi kuantum, material canggih, bioteknologi, kesehatan, iklim, dan keberlanjutan, mencerminkan peluang dan tantangan bersama yang dapat diatasi oleh negara-negara BRICS melalui tindakan kolektif," ujar Menteri Sains & Teknologi serta Ilmu Bumi, Dr Jitendra Singh dalam keterangannya.

Nantinya, bidang yang akan dibangun dalam kerja sama adalah infrastruktur penelitian bersama dan proyek-proyek mega-sains. Deklarasi Chennai juga mendorong pertukaran yang lebih besar di tim redaksi para ilmuwan muda dan menyambut kelanjutan kerja sama di bawah Forum Ilmuwan Muda BRICS dan Penghargaan Inovator Muda BRICS.

Sementara Indonesia, melalui BRIN telah membuka pintu dan menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan Indonesia kepada para periset negara anggota BRICS.

"Indonesia membuka infrastruktur dan fasilitas riset unggulan BRIN untuk dimanfaatkan bersama oleh periset, perguruan tinggi, industri, serta periset dari negara-negara anggota BRICS. Kami ingin akses terhadap fasilitas riset ini semakin memperkuat mobilitas periset dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang konkret," kata Kepala BRIN Arif Satria saat menghadiri The 14th BRICS Science, Technology and Innovation (STI) Ministerial Meeting di Chennai, India, Jumat (21/8/2026), dikutip Minggu (13/9/2026).