Mahasiswa kampus itu nantinya tidak hanya mempelajari ilmu komputer konvensional. Program akademik yang disiapkan mencakup komputasi kuantum, komunikasi dan keamanan kuantum, kecerdasan buatan, machine learning, sains data, fabrikasi semikonduktor, desain chip, VLSI, perakitan dan pengujian semikonduktor, embedded systems, hingga high-performance computing.
Salah satu fasilitas penting yang akan dibangun adalah Quantum Research, Innovation and Incubation Block. Bangunan tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 1,2 hektare.
Fasilitasnya akan mencakup infrastruktur untuk komputasi dan komunikasi kuantum, fotonik kuantum, keamanan kuantum, sistem kriogenik, serta komputasi berkinerja tinggi.
Kampus tersebut juga akan dilengkapi fasilitas cleanroom dan nanofabrikasi, infrastruktur teknologi semikonduktor, laboratorium desain chip, pusat data, serta ruang untuk perusahaan rintisan. Konsep tersebut dirancang untuk memperpendek jarak tim redaksi hasil penelitian dan produk komersial.
Mahasiswa dan peneliti nantinya dapat bekerja sama langsung dengan perusahaan maupun perusahaan rintisan. Kampus juga akan mendukung transfer teknologi, pengembangan kekayaan intelektual, dan inkubasi bisnis.
Presiden India Electronics & Semiconductor Association (IESA), Ashok Chandak mengatakan perpaduan tim redaksi AI, teknologi kuantum, dan semikonduktor merupakan salah satu bidang yang akan menentukan kedaulatan teknologi global.