Strategi ini diperkuat oleh integrasi ekosistem AirAsia Group yang lebih luas, termasuk layanan penerbangan lanjutan (Fly-Thru) yang menjangkau lebih dari 130 destinasi.
“Kami melihat potensi pertumbuhan tetap terbuka karena permintaan pasar yang mendasarinya masih terjaga. Melalui strategi rute yang lebih terarah, peningkatan produktivitas, serta dukungan ekosistem AirAsia Group, kami memiliki fondasi yang jelas untuk pemulihan kinerja secara bertahap. Kami akan terus menjaga fleksibilitas operasional agar dapat beradaptasi secara cepat terhadap pergerakan harga bahan bakar, nilai tukar mata uang, maupun kebutuhan pasar,” kata Achmad Sadikin.
Kepercayaan pelanggan juga kian memperkuat posisi Indonesia AirAsia di pasar.
Pada 2026, Indonesia AirAsia dinobatkan sebagai “Best Low-Cost Airline in Indonesia” untuk pertama kalinya dalam ajang Skytrax World Airline Awards.
Pengakuan internasional ini menjadi pencapaian penting bagi seluruh Allstars Indonesia AirAsia dan menegaskan apresiasi pelanggan yang tinggi terhadap kualitas layanan yang konsisten terjaga di tengah dinamika industri.
“Penghargaan Skytrax ini menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh Allstars kami. Meski terdapat banyak faktor eksternal di luar kendali kami, prioritas utama kami adalah menjalankan bisnis secara efektif. Didukung oleh pasar yang tangguh, kekuatan jaringan rute AirAsia Group, serta dedikasi seluruh tim, kami optimis dapat melewati tantangan saat ini dan membangun kinerja yang lebih sehat serta berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Achmad Sadikin.