Latihan tersebut akan mencakup pelatihan infiltrasi pasukan khusus dan latihan pertahanan siber, ujar Ellis.
Indonesia, Amerika Serikat, dan beberapa sekutu telah berpartisipasi dalam latihan tahunan ini selama hampir dua dekade. Edisi tahun ini akan melibatkan 4.700 tentara dari negara-negara termasuk Inggris, Prancis, dan Jepang yang berlatih di beberapa lokasi, termasuk pulau Sumatra dan Kalimantan hingga 11 September.
Sementara Timor Timur, Italia, Thailand, dan negara-negara lain telah mengirimkan pengamat.
Indonesia telah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat menjadi "Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama" pada bulan April lalu.