Menurutnya, perairan Selat Sunda kini telah menjadi monumen bagi para korban yang gugur dalam pertempuran tersebut.
Ia mengapresiasi Indonesia yang mengakui pentingnya situs tersebut dan terus berperan dalam menjaga kelestariannya.
Namun, katanya, dalam beberapa tahun terakhir kawasan bangkai kapal USS Houston menghadapi aksi pengambilan benda dari bangkai kapal, termasuk yang dilakukan tanpa izin.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, katanya, AS akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan para pemangku kepentingan terkait untuk membentuk dan melatih tiga kelompok pengawasan berbasis masyarakat selama dua tahun ke depan.