Kolaborasi tersebut juga diselaraskan dengan UN Decade of Ocean Science, UNESCO Tsunami Ready, dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara itu, Dr. Mark Merrifield dari Scripps menyebut suhu muka laut Pasifik sepanjang khatulistiwa pada Juni–Agustus 2026 telah meningkat hingga 1,4 derajat Celsius.

Berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), suhu muka laut tersebut diproyeksikan menembus lebih dari 2 derajat Celsius hingga Februari 2027.

Merrifield memperkirakan peluang El Niño berstatus sangat kuat mencapai lebih dari 90 persen hingga Januari 2027. Peluang El Niño melampaui kekuatan seluruh kejadian sejak 1950 juga diperkirakan mencapai 75 persen pada Oktober–Desember 2026.

Peneliti BRIN Erma Yulihastin mengatakan dampak El Niño di Indonesia tidak akan seragam karena dipengaruhi interaksi dengan Indian Ocean Dipole (IOD), monsun, dan topografi wilayah.