Ia pun berharap pertemuan ini tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah nyata yang memberikan manfaat bagi keamanan masyarakat dan kepentingan kedua negara maupun kawasan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan bahwa beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan antara lain kejahatan terorganisasi, seperti scam centers (pusat penipuan).
Menurut Tony, kerja sama kedua negara menjadi penting untuk memutus rantai kejahatan model tersebut.
Selain itu, dibahas pula soal tantangan dalam menghadapi keamanan siber.
Tony mengatakan Indonesia dan Australia harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menghadapi keamanan siber.