Saat ini, tambah Aris, Kemlu RI menyusun perjanjian serupa dengan Rwanda yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan.

Indonesia berharap untuk dapat mengembangkan kesepakatan dagang dengan negara-negara Afrika Barat lainnya, mengingat Indonesia banyak mengekspor berbagai produk strategis ke wilayah tersebut, mulai dari minyak sawit, peralatan dan mesin pertanian, serta karet dan ban.

Pemerintah Indonesia mulai membidik Afrika sebagai target pasar non-tradisional di luar Asia, Eropa, dan Amerika Utara untuk memperluas dan meningkatkan nilai ekspor produk-produk nasional.

“Saya senang melihat kemitraan (antara Indonesia dan Afrika Barat) ini sekarang kian mendapatkan momentum positif, baik secara government-to-government (antar-pemerintah) maupun business-to-business (antar-pelaku usaha),” kata Aris.