NADIKABAR.COM — Tangerang Selatan, Banten (NadiKabar) - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar, Senegal, memfasilitasi sejumlah pelaku usaha nasional untuk menjajaki dan mengoptimalkan potensi ekspor ke kawasan Afrika Barat.

KBRI Dakar berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah mempertemukan 44 perusahaan asal Senegal, Guinea, Gambia, Sierra Leone, Mali, dan Pantai Gading dengan sejumlah pengusaha Indonesia dalam “Pertemuan Bisnis dan B-to-B Networking Indonesia-Afrika Barat” di Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat.

Penasihat Senior untuk Direktur Afrika di Direktorat Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI Aris Triyono mengatakan kawasan Afrika Barat potensial menjadi target ekspor produk Indonesia karena memiliki jumlah penduduk yang besar, mencapai sekitar 300 juta jiwa.

Selain itu, dia menyoroti integrasi ekonomi yang baik di kawasan tersebut dengan adanya Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (Economic Community of West African States/ECOWAS) sebagai blok ekonomi regional yang didirikan pada 1975 dan saat ini beranggotakan 12 negara.

“Afrika Barat telah menjadi mitra yang luar biasa bagi Indonesia, khususnya di sektor kesehatan, pertanian, dan energi,” kata dia.

Kerja sama di sektor kesehatan salah satunya telah terjalin antara Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) PT Bio Farma (Persero) dan yayasan penelitian biomedis nirlaba yang berbasis di Senegal, L'Institut Pasteur de Dakar (IPD), sejak 2019.

Aris mengatakan, kedua entitas sejauh ini baru berkolaborasi terkait pengembangan kapasitas produksi dan kini tengah menyusun kesepakatan untuk mengembangkan vaksin bersama.

Dia menjelaskan Indonesia telah memiliki kesepakatan di bidang perdagangan dengan Mozambik melalui Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA).

Saat ini, tambah Aris, Kemlu RI menyusun perjanjian serupa dengan Rwanda yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan.

Indonesia berharap untuk dapat mengembangkan kesepakatan dagang dengan negara-negara Afrika Barat lainnya, mengingat Indonesia banyak mengekspor berbagai produk strategis ke wilayah tersebut, mulai dari minyak sawit, peralatan dan mesin pertanian, serta karet dan ban.

Pemerintah Indonesia mulai membidik Afrika sebagai target pasar non-tradisional di luar Asia, Eropa, dan Amerika Utara untuk memperluas dan meningkatkan nilai ekspor produk-produk nasional.

“Saya senang melihat kemitraan (antara Indonesia dan Afrika Barat) ini sekarang kian mendapatkan momentum positif, baik secara government-to-government (antar-pemerintah) maupun business-to-business (antar-pelaku usaha),” kata Aris.