NADIKABAR.COM — Kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres ke Indonesia pada 17-19 Oktober menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul pada 19 Oktober, Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dan memberikan penghormatan kepada empat personel Indonesia yang gugur dalam misi PBB di Lebanon. Hampir 2.000 personel Indonesia saat ini bertugas dalam tujuh misi perdamaian PBB.

Penghormatan terhadap personel yang gugur perlu diikuti langkah nyata untuk memastikan fungsi pemeliharaan perdamaian tetap berjalan ketika suatu misi berakhir.

Hal itu mendesak menjelang berakhirnya mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 31 Desember 2026. Setelah tanggal tersebut, penarikan personel akan berlangsung secara bertahap selama satu tahun. Bentuk kehadiran PBB yang akan melanjutkan fungsi penting di Lebanon selatan masih menjadi bahan pembahasan.