NADIKABAR.COM — Duta Besar (Dubes) Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev mengapresiasi dukungan jangka panjang dari Indonesia terhadap kedaulatan negaranya sesuai dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia mengatakan bahwa dukungan tersebut menunjukkan solidaritas serta ikatan persahabatan yang abadi dan saling menghormati antarbangsa.

“Kami sangat menghargai dukungan jangka panjang dan berprinsip dari Republik Indonesia dalam hal ini,” ujar Ramil Rzayev saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Kemenangan Azerbaijan Ke-6 dalam Perang Patriotik 44 Hari di Jakarta, Jumat.

Perang Patriotik 44 Hari berlangsung pada 27 September hingga 10 November 2020 antara Azerbaijan dan Armenia. Selama perang berlangsung, sebanyak 2.908 tentara Azerbaijan gugur, enam personel dinyatakan hilang, serta lebih dari seribu orang lainnya terluka.

Perang tersebut bermula dari konflik wilayah yang tak kunjung selesai selama hampir tiga dekade antara kedua negara. Konflik itu berakhir dengan ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata antara Azerbaijan, Armenia, dan Rusia.

Kini, proses normalisasi hubungan antara Azerbaijan dan Armenia terus berlanjut, termasuk melalui penandatanganan kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada 8 Agustus 2025.

Ramil menuturkan bahwa saat ini pemerintahnya tengah berfokus pada rekonstruksi serta pembangunan kawasan Garabagh dan East Zangezur sebagai pusat baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui program 'Great Return', ia menyatakan bahwa berbagai kota dan desa tengah dibangun kembali demi memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali pulang dengan aman ke tanah leluhur mereka.

Hingga saat ini, lebih dari 300.000 hektare lahan telah dibersihkan dari ranjau dan amunisi yang tersisa, serta lebih dari 40.000 warga telah kembali ke 47 wilayah permukiman. Hampir 100.000 orang kini tinggal, menuntut ilmu, maupun bekerja di wilayah-wilayah yang telah kembali damai tersebut.

Azerbaijan juga tengah membangun berbagai infrastruktur transportasi modern, energi, dan sosial, yang mencakup tiga bandara internasional, jaringan jalan raya, sekolah, fasilitas kesehatan, serta proyek-proyek energi terbarukan.

Selain itu, pemerintah setempat berupaya memulihkan warisan sejarah dan budaya lokal, merehabilitasi lingkungan, serta menciptakan motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

Dubes Ramil menegaskan bahwa negaranya berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian yang abadi dan komprehensif di kawasan Kaukasus Selatan berlandaskan rasa saling menghormati atas kedaulatan dan integritas wilayah, hubungan bertetangga yang baik, stabilitas, serta kerja sama ekonomi.

“Kami meyakini bahwa perdamaian yang berkelanjutan akan membuka berbagai peluang baru bagi konektivitas kawasan, pembangunan, dan kemakmuran bagi seluruh negara serta masyarakat di kawasan tersebut,” imbuhnya.