Pada saat yang sama, Indonesia secara tegas menolak segala tindakan yang dinilai mengancam status kenegaraan Palestina, termasuk perluasan permukiman ilegal Israel.
"Rencana permukiman E1 adalah contoh nyata. Indonesia menolaknya. PBB menolaknya. Masyarakat internasional pun harus menolaknya," katanya.
Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga status quo hukum dan sejarah tempat-tempat suci di Yerusalem.
Indonesia menyatakan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan, memperkuat kapasitas Palestina, serta mendukung penuh terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Sebagai bentuk komitmen lanjutan, lanjut Menlu, Indonesia bersama Belanda akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan berikutnya Aliansi Global di Den Haag pada November.