Karena itu, pembangunan data center perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari sumber air, kapasitas pengolahan, teknologi pendinginan, penggunaan kembali air, hingga perubahan kondisi musim.
Pendekatan tersebut penting untuk memastikan ekspansi infrastruktur digital tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap sumber daya air setempat.
Tata Kelola Berkelanjutan Jadi Prioritas
Pengembangan data center juga membutuhkan regulasi dan tata kelola yang jelas agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan setiap pembangunan pusat data memperhatikan daya dukung wilayah, ketersediaan infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat sekitar.
Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Yudha, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan pengembangan infrastruktur digital dengan pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya air.
βIndonesia memiliki ruang untuk mengembangkan kombinasi antara infrastruktur digital, energi terbarukan, dan sumber daya air,β pungkas Satya.
Integrasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai lokasi investasi data center sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan perencanaan matang, pemanfaatan teknologi hemat air, serta pengawasan yang konsisten, pertumbuhan industri AI diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap air bersih.
Ketahanan air dan pembangunan infrastruktur digital pada akhirnya perlu berjalan beriringan agar transformasi ekonomi Indonesia berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.