“Palestina akan tetap menjadi prioritas utama OKI. OKI harus lebih operasional dalam menyatukan upaya politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan untuk mendukung Palestina,” tegas Wamenlu Anis Matta.
Pada kesempatan tersebut, Indonesia kembali menyuarakan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, penghentian perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat, serta penolakan terhadap pemindahan kedutaan ke Al-Quds Al-Sharif.
Di sela-sela KTM OKI, Wamenlu Anis melakukan serangkaian pertemuan guna memperkuat kemitraan Indonesia dengan negara-negara anggota OKI dan mitra strategis.
Bersama Sekretaris Jenderal D8 Sohail Mahmood, Wamenlu Anis membahas penguatan Keketuaan Indonesia pada D8 periode 2026–2027, antara lain melalui integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan jejaring think tank, kerja sama riset dan inovasi, pariwisata, serta persiapan menuju KTT ke-12 D8 di Indonesia pada 2027.
Sementara itu, pertemuan Wamenlu Anis dengan Menlu Gambia Sering Modou Njie dimanfaatkan untuk membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Gambia serta peluang memperluas kerja sama kedua negara, termasuk di berbagai forum multilateral.
Anis Matta juga bertemu dengan Abdulkarim Tan Misuari dari Moro National Liberation Front (MNLF) dan bertukar pandangan mengenai perkembangan proses perdamaian di Filipina Selatan.