Susunan program itu mengikuti tahapan hidup seseorang, dari kandungan, hingga usia lanjut. Keberhasilannya bergantung pada satu syarat yang sama: layanan benar-benar sampai ke keluarga yang membutuhkan.

Urgensi pendekatan keluarga makin terasa jika dikaitkan dengan struktur penduduk. Generasi yang akan menopang perekonomian pada 2045, kini sedang berusia balita dan remaja, sehingga kualitas mereka ditentukan oleh apa yang terjadi di rumah sekarang.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, yang masih menjadi acuan nasional, mencatat prevalensi stunting turun dari 21,5 persen menjadi 19,8 persen. Target pemerintah dalam survei tahun ini 17,5 persen, lalu turun bertahap hingga 14,2 persen pada 2029.

Kementerian Kesehatan mencatat 16 provinsi menyumbang sekitar 80 persen kasus stunting nasional, sementara rumah tangga termiskin masih menanggung prevalensi tertinggi, yakni 29,8 persen.