NADIKABAR.COM — Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan pihaknya menyambut positif kerja sama antara Inggris dan Indonesia melalui Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk kolaborasi penelitian pengolahan sampah organik.
"Pengolahan sampah organik ini akan mampu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen kedua negara dalam penanganan perubahan iklim," kata Dubes Jermey di sela kunjungannya di Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.Selain riset pengolahan sampah, lanjutnya, kedua negara menyepakati kerja sama dalam mendorong kebijakan bersama untuk menurunkan emisi karbon secara menyeluruh serta mencapai target Net Zero Emissions (NZE) atau emisi nol bersih, termasuk memperkuat pengembangan ekonomi hijau.
Dia mengatakan hari ini dapat melihat langsung upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, karena disadari bahwa penanganan iklim harus menghasilkan manfaat langsung, bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat.
"Tak hanya pengelolaan sampah, kerja sama ini juga mencakup pengembangan Ayam Alope yang menjadi kebanggaan nasional, sebagai simbol ekonomi lokal berbasis sumber daya alam setempat," ujarnya.Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kerja sama tersebut menargetkan dua tujuan sekaligus yaitu menyelamatkan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.