Pemuteran akhirnya dipilih dengan mempertimbangkan kondisi gelombang dan arus pada Oktober serta faktor keamanan peserta selama melakukan penyelaman.

"Kita sudah menjajaki Labuan Bajo, Manado, Kalimantan, dan Wakatobi, karena bulan Oktober, gelombang dan arus harus diperhitungkan. Akhirnya Pemuteran kita pilih karena relatif lebih tenang dan dari sisi keamanan peserta dapat kita jamin," kata Makhruzi.

Menurut dia, kejuaraan dunia tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Pemuteran kepada wisatawan mancanegara sebagai salah satu destinasi wisata selam di Indonesia.

"Dalam rangka pariwisata, Pemuteran ini jarang diketahui orang luar negeri. Dengan adanya kegiatan ini, Pemuteran menjadi lebih dikenal sebagai salah satu spot diving," tuturnya.

2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan karya foto dan video bawah air terbaik. Kehadiran peserta dari 19 negara juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan laut Indonesia sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem bawah laut.

Direktur CMAS Kerim Sabuncuoglu menegaskan, kompetisi tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.