COMAC C909 sendiri adalah pesawat yang sudah beroperasi sejak 2016 dan tersedia dalam berbagai konfigurasi kabin dari 78 sampai 97 kursi. Pesawat ini sudah disewa dan dioperasikan oleh maskapai internasional seperti TransNusa (Indonesia) dan VietJet (Vietnam) untuk rute regional.
Pesawat itu memiliki kemampuan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan operasional di wilayah perbatasan China dan kawasan luar negeri seperti Asia Tenggara dan Afrika dan cocok untuk bandara penghubung sekunder.
Rencananya, pemadaman api digunakan dengan menggunakan teknologi baru dari COMAC yang lebih presisi saat ditembakkan ke titik api dengan menggunakan material ramah lingkungan.
Namun kedatangan pesawat COMAC itu sendiri belum dapat dipastikan waktunya karena membutuhkan persiapan logistik dan pengurusan izin terbang. Seluruh biaya pemadaman api ditanggung oleh COMAC sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan itu.
Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) adalah BUMN asal China yang memproduksi pesawat berbadan besar untuk mengangkut penumpang. COMAC, yang berkantor pusat di Shanghai itu didirikan pada 11 Mei 2008.
Kebakaran hutan di Indonesia, menurut Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, sudah mencapai 202.004,30 hektar pada periode Januari – Juli 2026.